Minggu, 06 September 2009

Posisi Bercinta yang Diminati Wanita


SEKS dapat menjadi aktivitas membosankan bagi pasangan yang telah menikah bertahun-tahun. Hasrat seksual malam pertama, sampai pada tahun-tahun di awal perkawinan membuat Anda ingin merasakan sensasi itu lagi?

Jika iya, bercinta ala Kamasutra bisa Anda eksplor lebih jauh. Pasalnya, bercinta ala Kamasutra paling banyak diminati. Seperti dilansir Askmen, berikut ini dua posisi bercinta ala Kamasutra yang diminati wanita.

69

Gaya bercinta ini dapat dilakukan saat pasangan saling berhadapan dan sejajar di ranjang. Lewat posisi 69, Anda bisa melakukan banyak eksplorasi. Pilih jemari ataupun bibir serta lidah Anda untuk merangsang Miss V pasangan?

Sentuhan pada klitoris Miss V-nya dapat membuat pasangan Anda lepas kendali. Tapi jangan berlebihan karena si dia bisa secara spontan membalas perlakuan 'nakal' Anda dengan cara 'liar' tak terduga.

Woman on Top

Jika ingin mempraktikkan Kamasutra, Anda dapat menerapkan gaya woman on top. Lewat gaya ini, Anda dapat menambah gelora dan kesempatan pada pasangan untuk lebih berani melakukan 'pertempuran'.

Pasangan juga diberikan kesempatan untuk mengendalikan Mr P Anda lewat ritme gerakan tubuhnya. Si dia bisa mengotrol kecepatan gerakan otot di seputar panggul serta cengkeraman Miss V-nya ketika intercourse berlangsung.

Konon, wanita lebih mudah mencapai orgasme lewat posisi ini. Anda pun bisa menikmati pemandangan visual dari si dia yang 'menari' di atas tubuh Anda dengan begitu menggairahkan serta sensual.

Tak pelak Anda berdua akan semakin bersemangat untuk melakukannya lagi, lagi dan lagi. Wow!

Apakah Otak Pria Didominasi Seks?


UNTUK urusan pekerjaan, pria dan wanita memiliki cara pandang yang tak sama. Umumnya pria lebih suka to the point saat menyelesaikan pekerjaan.

Tak berbeda jauh dengan urusan pekerjaan, dalam urusan ranjang, Pria lebih suka melakukan seks langsung tepat sasaran. Sehingga biasanya mereka tidak membutuhkan foreplay yang lama.

Nah, bila ingin mengetahui lebih dalam apa yang ada di benak pria. Berikut ini beberapa penjabarannya:

Fokus

Berbeda dengan kaum hawa yang bisa membagi pikiran untuk beberapa pekerjaan, pria mengalami kesulitan jika mengerjakan satu pekerjaan dengan "disambi" pekerjaan lainnya. Lewat buku Men Are Like Waffles Woman Are Like Spaghetti, Parm Farrel mengibaratkan pikiran pria ibarat kue waffle.

Kesulitan membagi perhatiaan untuk beberapa pekerjaan yang dijalani, membuat kaum pria selalu fokus pada satu hal. Baru kemudian berganti hal lainnya. Demikian pula dalam urusan seks. Pria lebih senang langsung berpenetrasi, dan tertuju pada area genital pasangannya.

Logis dan analitis

Pria memang hebat dalam persoalan memecahkan masalah. Sebab, dalam berpikir dan bertindak, pria cenderung menggunakan lebih banyak logika dibandingkan dengan wanita yang terhanyut perasaan.

Ketika Anda membagi masalah dengan pasangan, lalu dia dapat memberikan beberapa jalan keluarnya, ternyata itu memang kelebihan pria. John Gray dalam buku Mars and Venus Starting Over menulis, pria suka menyelesaikan masalah.

Hal tersebut pun berlaku pada urusan ranjang. Saat tengah dilanda masalah, pria memiliki jalan keluar terbaik yang dijamin akan digemari pasangannya.

Otak pria didominasi seks?

Mark Leyner dan Billy Goldberg, MD, Penulis buku Why Men Fall Asleep after Sex? menjelaskan, bahwa sebenarnya pria dan wanita terbentuk dari produksi yang sama ketika berada di dalam embrio.

Namun pada perkembangannya, sampai sekitar enam minggu, kromosom pria pun terlibat dalam embrio tersebut. Kemudian, embrio itu mulai mengikuti karakteristik pria sampai dengan organ-organ pria terbentuk secara perlahan.

Salah satu organ pria adalah pabrik penghasil testosteron. Tubuh wanita juga memproduksi testosteron, namun dalam jumlah tidak sebesar pria. Nah, ketika membahas mengenai seks, maka kadar testosteron tidak bisa dipisahkan dari kaum Adam. Testosteron memengaruhi seluruh testosteron yang jumlahnya sepuluh kali lebih banyak dari wanita. Termasuk juga organ yang memerintahkan seluruh gerak pria, yaitu otak.

Hormon testosteron turut pula mengendalikan hasrat seks serta energi pria untuk melakukan penetrasi berulang kali. Selain itu hormon ini berpengaruh besar pada kesehatan pria. Struktur tulang pria yang lebih besar dan berat, serta jakun, dan banyak rambut tumbuh di seputar wajahnya juga tak lepas dari pengaruh hormon ini.